Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

Kenangan Sahabat


Mengenang satu tahun kepergian sahabat sejati, akhiy Rosyid Thohari

Tanpa terasa hampir satu tahun kau meninggalkan kita semua. Namun kenangan indah masih segar dalam ingatan, candaan, gurauan sampai pada diskusi serius tentang keagamaan.

Kau memang bukan ustadz yang setiap hari berhadapan dengan santri,
Kau memang bukan kiai yang setiap hari mengaji,,

Tetapi kau adalah sahabat dan kawan sejati,,
Suka duka kita lalui bersama, saat awal membuka cakrawala agama di desa tercinta,,

Hampir setaun kau menghadap Sang Pencipta,,
Tanpa bermaksud memuji dan memuja,,
Kau memberi inspirasi bagi kita semua,,
Untuk senantiasa berjuang menegakkan agama.

Catatan kecil yang ditemukan tanpa sengaja,,
Menjadi nasehat bagi kita semua......

BISIKAN HATI NURANI 
By: Rosyid Thohari

Apa perlu kamu mengeluarkan kata-kata kasar dari mulut?
Kenapa kamu sekarang begitu jauh dari sejuknya air wudlu?

Apa kamu tidak menyadari apa yang kau rasakan akhir-akhir ini?
Jiwamu tandus, gersang bagaikan gurun yang tak pernah tersiram air hujan,,,,,
Kini jiwamu gelisah, merana,, karena tidak pernah lagi kau hiasi merdu dan syahdunya lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an,,,

Kasihanilah dirimu, dan janganlah kau biarkan semua itu berlarut-larut menghantui jiwa dan pikiranmu,,,
Bibirmu telah kering karena tak lagi terucap istighfar kepada Illahi,,,,
Sadarlah wahai raga kasar…..

SETETES EMBUN   By: Rosyid Thohari

Apa perlu aku mengeluarkan kata-kata yang kasar??
Mengumpat, mencaci maki dan entah apalagi kata-kata kotor yang keluar dari mulutku,,,
Kecewa boleh kecewa,
Sakit hati kamu boleh sakit hati,
Tapi apa perlu aku sekasar ini??

Aku terlahir ke dunia ini tanpa sehelai benangpun menempel di tubuhku.
Mati-pun kelak hanya 2 meter kali 2, kain kafan yang menempel ditubuhku;
Kenapa kau lebih kecewa jikalau kamu gagal mendapat DUNIA-mu???
tanpa kau bersedih jikalau kamu gagal dengan AKHERAT-mu???

Sampai berapa lama lagi kamu menapakkan kaki dimuka bumi ini,
tanpa kamu pikirkan kamu akan masuk ke dalam perut bumi
Jikalau yang keluar dari mulutmu hanya kata-kata kasar dan kotor,
Lantas apa yang akan kamu pertanggungjawabkan dihadapanNYA kelak?

Apa kamu tidak merasa MALU dengan SUARA HATI-mu?
Dengan HATI NURANImu?
Yang selalu mengingatkanmu kalau anggota tubuhmu berbuat KEMUNGKARAN.
Kendalikan hawa NAFSUmu,
kuasailah RAGA KASAR-mu,
dan perhatikan apa yang ada dalam HATI NURANI-mu…
Semoga kau bisa selalu melihat dirimu, dan bercermin selalu..

(* Selamat Jalan kawan, semoga Alloh memberikan ampunan dan tempat yang layak, do'a kami selalu mengiringi-mu......

Minggu, 08 September 2013

Paguyuban Kelas

Perjuangan relawan pendidikan: Meretas Batas Sekolah melalui Paguyuban Kelas

Nyonya Jemi tak lagi khawatir perihal proses belajar mengajar anaknya di SD Penimbun, Kecamatan Karanggayam, Kebumen. Jemi juga tak perlu waswas apabila anaknya yang saat ini duduk di bangku kelas 6 nakal atau membolos sekolah di luar pengawasannya.
Kini, sekolah semakin terbuka bagi dirinya dan masyarakat dengan keberadaan paguyuban kelas. Hubungan komunikasi yang terjalin searah antara wali murid dan sekolah menjadikan informasi seolah berada dalam genggaman masng-masing wali murid. Paguyuban sendiri merupakan komunitas yang anggotanya terdiri dari orang tua atau wali murid dan wali kelas. Dari forum ini, semua informasi mengenai aktivitas murid mulai dari saat berada di sekolah hingga pulang, disampaikan langsung oleh pihak sekolah kepada wali murid.
Nyonya Jemi mencontohkan, dulu ia kesulitan memantau perkembangan si anak, apakah nakal atau tidak saat di sekolah. Pertanyaan lain, apakah anaknya juga mengikuti pelajaran dengan baik atau tidak? Setelah paguyuban kelas berdiri, kalau anaknya yang tidak mengikuti pelajaran dengan baik, dia bisa mendapatkan informasi langsung dari sekolah. "Kan semua orangtua mengikuti. Kami benar-benar tahu, tidak asal dituduhkan, " ujar Jemi, wanita paruh baya, di sela-sela mengikuti rapat paguyuban kelas 6 di salah satu ruang kelas SDN Penimbun, 2 Februari 2013 silam.
Selain Nyonya Jemi, dalam cuaca siang yang cukup panas itu, acara juga dihadiri puluhan wali murid anggota paguyuban kelas yang memenuhi ruang pertemuan. Rapat berjalan dengan lancar dan komunikatif. Interaksinya hidup. Ada tanya jawab antara pihak sekolah dan para wali murid.
Saat pertemuan paguyuban kelas itu, para wali murid diajak oleh pihak sekolah untuk juga mengawasi anak-anak saat di rumah. Salah satu poin penting, agar anak-anak benar-benar bisa mengikuti pelajaran yang disampaikan sekolah. "Kalau ada anak yang tidak mengikuti, mohon kami diberitahu. Biar bisa memantau juga di rumah," kata Jemi yang berharap kegiatan positif ini bisa berlangsung dan akan terus mendukung.
Jemi mengakui, memang ada juga beberapa wali murid yang kurang mendukung kegiatan ini. Hal ini terbukti dengan tidak hadirnya beberapa wali murid saat pertemuan. Meski demikian, apabila ada informasi baru, para wali murid yang hadir selalu getok tular kepada orang tua lain yang tak hadir tersebut.
"Kalau betul-betul tidak sibuk, mereka aktif kok. Karena sekarang kan musim panen, jadi lagi sibuk panen. Tidak semua bisa hadir," ujarnya.
Secara umum, perbedaan komite sekolah dan paguyuban kelas tidak begitu jauh. Komite sekolah berfungsi sebagai mediator antara sekolah dan masyarakat. Juga, sebagai pengontrol dan pengawas. Tetapi, paguyuban kelas, lebih pada peran serta masyarakat yang ikut membantu dalam kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah.
Secara pengakuan, komite sekolah sudah resmi diakui sebagai mitra sekolah. Kalau paguyuban kelas ini murni atas inisiatif masyarakat. Tidak pernah memikirkan apakah itu keharusan atau tidak. Tapi, benar-benar atas inisiatif masyarakat untuk perlu tahu tentang kondisi sekolah.
Berjalannya paguyuban juga tidak mulus. Pernah juga mengalami mati suri hingga satu tahun. Kepala SD Penimbun, Wagino SPd mengisahkan, paguyuban kelas di sekolahnya dimulai pada tahun 2010. Setelah itu mati suri. Sudah ada tetapi kegiatannya tidak berjalan bahkan setahun tidak berjalan. "Tetapi alhamdulillah setelah Plan PU Kebumen menggugah lagi, tahun sekitar awal 2011, paguyuban antusias lagi," katannya.
Pada minggu pertama tiap bulan, tepatnya hari Sabtu anggota berkumpul di sekolah. Masing-masing wali kelas mengampu paguyuban kelas. Misalnya, wali kelas 1 mengampu paguyuban kelas 1. Yang paling intens adalah kelas tinggi, seperti kelas 5 dan kelas 6.
Mulai tahun 2012, wali murid yang tergabung dalam paguyuban kelas mengajar anyaman pandan buat siswa. Sebab, di SDN Penimbun anyaman pandan adalah muatan lokalnya. Selain itu, ada juga wali murid yang mengisi apabila bapak/ibu berkepentingan. Misalnya, saat ada pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG), pihak sekolah akan memberitahu komite sekolah bahwa sekolah akan mengadakan KKG.
Kemudian, dia meminta komite sekolah agar mengisi kekosongan waktu dengan belajar anyaman dan kegiatan lainnya. "Siswa pun tidak rugi. Guru tetap bisa KKG, wali murid mengajar muatan lokal, anak-anak tetap punya kegiatan," ujar pria kelahiran Kebumen, 15 Oktober 1963 ini.
Menurut Wagino, dasar mendirikan paguyuban ini yakni mengenai kebutuhan sekolah, apabila ada informasi terkait sekolah bisa kita sampaikan, baik itu mengenai pelajaran atau informasi yang lain. Sehingga, wali murid menerima informasi itu dengan sejelas-jelasnya dan mau menerima. Tidak setengah-setengah. Memang sekarang luar biasa kemajuannya.
Dia mengisahkan, dahulu wali murid malu ke sekolah untuk menyampaikan uneg-uneg di hati. Sebelum ada paguyuban, biasanya hanya lewat bapak/ibu guru. Misalnya, dari kepala sekolah menyampaikan ke guru ke siswa. Kalau sekarang bisa lewat paguyuban, bisa juga langsung lewat anak, kalau ada kegiatan. Kini, malah wali murid tanpa takut ke sekolah untuk bertanya kejelasan informasi, misalnya saat studi tour siswa ke luar daerah.
"Hal ini mengurangi su’udzon masyarakat kepada sekolah. Itu yang kami tangkap. Betul-betul luar biasa. Terus kalau ada apa-apa, cepat bisa diatasi," paparnya.
Paguyuban kelas juga bermanfaat besar bagi sekolah. Pasalnya, semua informasi yang diterima dari atasan, bisa disampaikan dengan cepat. Contohnya, saat akan ujian nasional (UN). Saat UN banyak wali murid yang ingin segera mengetahuinya. Untuk yang kelas rendah, misalnya berkenaan dengan BOS, bisa disampaikan lewat paguyuban. Sehingga semua informasi cepat diterima wali siswa. "Itu manfaat yang luar biasa. Setidaknya, informasinya tidak keliru. Karena kadang anak menyampaikannya secara parsial atau tidak tepat," katanya.
Sejarah terbentuknya paguyuban awalnya dimulai dengan SD Penimbun yang masuk dalam gugus sekolah. Satu gugus terdiri dari SDN Kajoran 1, SDN Kajoran 2, dan SDN Penimbun. Diadakan semacam studi banding ke SD 2 Wonokriyo, Gombong, Kebumen. Di sana itu oleh Ibu Pembina diberi penjelasan Paguyuban Kelas itu seperti ini prosesnya. Diawali dengan penataran kemudian dilanjutkan dengan studi banding. Peserta tidak hanya perwakilan guru dan kepala sekolah tetapi juga beberapa wali murid.
Hambatan utama dalam program paguyuban sekolah ini menurut Wagino adalah pekerjaan warga. Mayoritas wali murid bekerja sebagai petani, sehingga pada waktu akan paguyuban tidak bisa berangkat karena warga ke sawah untuk bertani. "Sebenarnya kalau tidak ada kegiatan panen, banyak yang antusias datang," ujar Wagino yang menyatakan bahwa apabila ada yang tidak datang dimaklumi karena masing-masing orang punya kegiatan sendiri-sendiri.
Terkait proses, awalnya, Plan PU Kebumen menyelenggarakan pelatihan “Peran Serta Masyarakat di Sekolah”. Setelah itu, barulah melakukan studi banding. Setelah itu, masing-masing pengurus membentuk paguyuban di masing-masing kelas. Ada ketua, sekretaris, dan bendahara. Tiap tanggal 3 tiap bulan anggota masing-masing paguyuban kumpul untuk arisan. "Sampai sekarang masih eksis. Ini semua murni inisiatif paguyuban. Sekolah tidak ikut-ikutan," katanya.
Wagino mengaku bangga dengan suksesnya paguyuban kelas di sekolahnya. “Saya tidak sombong, di SD lain ada paguyubannya, tapi di SD ini yang masih tetap berjalan sampai sekarang. Di sini paguyubannya sangat antusias.”
Wagino mempunyai tiga harapan terkait keberadaan paguyuban sekolah ini. Pertama, paguyuban ini mampu meningkatkan prestasi siswa. Kedua, sekolah (guru) dan masyarakat (wali murid) bisa semakin dekat dan Ketiga, informasi cepat tertangkap oleh wali siswa.
Terbukti, beberapa siswanya berprestasi di tingkat daerah. Dia menyebut, baru-baru ini, kegiatan anyaman yang dirintis oleh paguyuban kelas berhasil menyabet juara 2 lomba anyaman di tingkat kecamatan Karanggayam. Selain itu, juga menyabet juara 1 Mocopat serta 9 besar nilai UN tingkat kecamatan.
"Harapan kami, prestasi terus meningkat. Masyarakat juga kian tinggi partisipasinya. Kami terbuka. Yang penting kami tidak menyalahgunakan. Peran masyarakat luar biasa," tandasnya.
Ketua Komite Sekolah SDN Penimbun, Warsidi menambahkan, kekurangan program ini, terletak pada persoalan administrasi. Menurutnya, di tiap kelas sudah ada pengurus paguyubannya. "Nah, saya sarankan agar para pengurusnya membuat administrasi. Administrasi yang tertib itu sangat penting," ujar pria kelahiran Kebumen, 25 Agustus 1968 ini.
Selama ini, Warsidi telah berupaya memfasilitasi pengisian administrasi. Misalnya, dana pengeluaran tiap kali pertemuan. "Inilah yang mulai tertib belakangan ini. tidak acak-acakan," imbuhnya.
"Jadi, kalaupun dari pihak guru tidak ada yang hadir, setidaknya salah satu anggota komite ada di situ memfasilitasi paguyuban dan Memantau di situ," katanya. Menurut Warsidi, agar paguyuban ini berjalan dengan baik setiap ada kegiatan juga dihadirkan anggota komite untuk memberi pelatihan.
Apa yang dilakukan SDN Penimbun, ternyata juga berdampak pada sekolah lain. Beberapa sekolah juga tertarik mengembangkan program ini di masing-masing sekolahnya. Di antaranya, sekolah-sekolah di Desa Kajoran, Logandu, Karangmojo, dan Kalirejo. "Masalah perjalanan masing-masing paguyuban kelas di SD itu saya kurang tahu. Pada awalnya, ada komunikasi antarpaguyuban. Sekarang sudah berkurang," ujarnya.

Selasa, 03 September 2013

Kisah Inspiratif: Jago Matematika, Ingin Jadi Psikolog

Sore itu hujan mengguyur Desa Logandu. Jalanan sepi. Para warga berkemul di rumahnya masing-masing. Berlindung dari tempias hujan.
Seorang siswi berjilbab dengan seragam lengkap membukakan pintu rumah. Rumah yang lokasinya berdekatan dengan sanggar Kelompok Anak Child Al-Habib. Ia memperkenalkan diri sebagai Ii Pujianti.
Sembari melantai, ia semangat bercerita mengenai aktivitas sekolahnya. Maklum, siswi kelas XII IPA 3 SMAN 1 Karanganyar ini sedang sibuk mempersiapkan Ujian Nasional. Tiada hari tanpa les. Kadang sehari bisa dua kali. Pagi sebelum pelajaran dimulai dan sore sepulang sekolah.
Kesibukan akademik itu pula yang membuat waktunya menurun drastis untuk mengurus Kelompok Anak Child Al-Habib. Tahun 2013, Ii seharusnya sudah melakukan reorganisasi. Tapi, belum jua terlaksana.
“Sebagai ketua, saya merasa gagal melakukan regenerasi. Itu yang jadi ganjalan kenapa saya belum juga reorganisasi. Padahal saya akan lulus dan mungkin kuliah di luar kota,” ujar dara kelahiran 10 Maret 1995 ini dengan nada sedikit menyesal.
Kendati demikian, dia sudah membidik beberapa temannya di Child Al-Habib yang berpotensi menggantikan dirinya. Salah satunya Sikin yang kini duduk di kelas 1 SMKN 1 Karanggayam. “Ia berani bicara di depan umum, berani adu pendapat, dan banyak pengalaman di kelompok anak ini,” bebernya.
Gadis berkacamata ini jadi Ketua Kelompok Anak Child Al-Habib sejak 2009. Saat itu, dari empat calon ketua yang diajukan, ia mendapat suara terbanyak. Ia tak menyangka karena baru setahun bergabung di Child Al-Habib. Bisa jadi karena ia dilihat punya kepercayaan diri yang tinggi.
Ia masih ingat ketika pertama kali gabung di Child Al-Habib. Ia kelas 2 SMP waktu itu. Ia diajak oleh kakak kelasnya yang serta-merta menyodorkan surat padanya agar ikut pelatihan jurnalistik di Benteng Van Der Wijk, Gombong.
“Pelatihannya menyenangkan. Melihat teman-teman berani ngomong, saya jadi ingin ikut berani bicara. Di sesi terakhir diumumkan peserta teraktif dan itu jatuh pada saya. Itu menambah rasa percaya diri saya. Wah, ternyata saya bisa berbicara di forum,” kenangnya sembari tersenyum.
Sekembali ke desa, ia kian giat di organisasi. Banyak aktivitas yang ia lakukan selama berkecimpung di kelompok anak. Ia dan teman-teman bikin majalah yang sampai saat ini telah mencapai 10 edisi. Mereka dapat pelatihan membuat film dan teater, studi banding ke kelompok belajar Qaryah Thayyibah di Salatiga, serta kunjungan ke radio komunitas di Yogyakarta. Selain itu, tiap ada pertemuan dengan pemerintah Kebumen yang melibatkan anak, ia dan kawan-kawan dari Child Al-Habib juga diundang. Belum termasuk berbagai workshop yang diinisiasi Plan.
“Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan. Salah satu perubahan positif yang saya rasakan adalah saya jadi berani ngomong di depan umum. Di kelas, misalnya, saya jadi berani maju presentasi dan berpidato. Saya juga jadi berani berpendapat atau menjawab pertanyaan dadakan dari guru,” tutur pehobi baca novel ini.
Menurut Ii, anak-anak Logandu punya banyak bakat besar untuk dikembangkan. Hanya saja mereka terkendala oleh fasilitas serta kesadaran orangtua yang belum tinggi akan bakat anak-anaknya. Untuk itu, ia amat mendukung keberlanjutan gelar budaya yang diadakan tiap tahun se-Kecamatan Karanggayam.
“Walaupun nanti Plan pergi, saya ingin gelar budaya anak tetap ada. Anak punya bakat apa, ditampilkan di situ. Jadi, selain menunjukkan bakat mereka pada orangtua, juga agar orangtua menyadari potensi anak-anaknya. Sehingga mereka bisa didukung untuk mengembangkannya.”
Lebih-lebih, Kelompok Anak Child Al-Habib pernah beberapa kali dapat kunjungan dari luar negeri, seperti Belanda dan Vietnam. Hal itu merupakan kebanggan tersendiri baginya.
“Ternyata anak-anak Logandu bisa melakukan hal-hal yang kelihatannya sepele, tapi bagi orang luar dianggap sangat bagus,” cetusnya dengan mata berbinar.
Ii sungguh fokus di Child Al-Habib. Ia bahkan tidak tertarik untuk ikut organisasi di sekolah kendati sempat ditawari masuk OSIS. Sebab, di kelompok anak sendiri ia sudah banyak kegiatan. Ia khawatir tidak bisa menjalaninya dengan imbang. Apalagi ia masih siswi yang tugas utamanya adalah belajar.
Giat di kelompok anak, tidak menyurutkan prestasi akademik Ii Pujianti. Sejak kelas satu hingga kelas tiga SMA, ia selalu ranking 1. Bahkan, saat kelas kelas 3 SMP, ia mendapatkan nilai 10 sempurna untuk UN matematika. Hal itu memicunya ingin masuk Pendidikan Matematika di Unes. Alternatif lain, ia ingin kuliah di Psikologi UGM.
“Awalnya saya ingin jadi guru matematika. Meski sampai sekarang nilai matematika saya tinggi di kelas, tapi tidak semenarik dulu. Sekarang saya lebih tertarik ke psikologi. Menurut saya kalau jadi psikolog itu, kita bisa menangani orang. Kita memberi masukan-masukan. Dan, itu juga bisa jadi pelajaran buat diri saya, untuk keluarga, juga anak-anak saya nanti,” tutur gadis yang mengaku sering dicurhati oleh teman-temannya itu.
Faktor ibu tak ditampik berperan besar dalam diri Ii. Ibunya yang saat ini bekerja di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga, terus menyemangatinya untuk meraih cita-cita.
“Jika saya dapat prestasi, ibu saya bilang, ‘Terima kasih ya buat usaha kamu selama ini untuk membahagiakan orangtua. Ibu bangga sama kamu.’ Kadang ibu juga bilang, ‘Ibu capek. Rasanya ingin menangis. Tapi, ini semua ibu lakukan demi kamu. Biar kamu sekolah.’ Nah, itu jadi semangat sendiri buat saya. Saya harus lebih rajin belajar. Saya tidak mau mengecewakan ibu yang telah berjuang,” ucapnya terharu.
Untuk itulah, ii selalu berusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Baginya, waktu adalah ilmu yang selalu baru. Ia tidak segan-segan belajar dari pengalaman orang lain. Hal yang mana kian menguatkan cita-citanya jadi psikolog.
Semoga cita-citamu tergapai, ii!

Sabtu, 31 Desember 2011

CERITA INSPIRATIF AYAH,,,,

KISAH KUDA HITAM,

Saat aku termenung sndiri, aku teringat masa kecilku dimana setiap mau tidur ayahku selalu bercerita yang waktu itu aku anggap hanya sebagai penghantar tidurku. Namun setelah aku besar ternyata banyak pelajaran berharga dari cerita ayahku, salah satunya cerita tentang "KUDA HITAM".
Masih terngiang jelas ditelingaku cerita ayah,,,
Anakku,,,,
Dahulu ada seekor kuda hitam ditengah padang pasir kelaparan dan kehausan. Dia berjalan tertatih-tatih mencari air. Tiba-tiba melihat ada bangunan rumah, dengan sekuat tenaga dia berjalan mendekati bangunan itu, namun yang ditemukan ternyata hanya bangunan rumah yang kelihatan sepi tanpa penghuni. Kuda hitam mencari kesana kemari memanggil tuan rumahnya. Tanpa disadarinya ternyata di belakang rumah ada jurang, ketika sedang mencari tuan rumah dia terperosok masuk jurang.
Kuda hitam itu berteriak minta tolong. “tolong,,,, toloooonnnggggg!!!!
Penghuni rumah yang ternyata seorang tua renta berlari mencari sumber suara dan hendak menolong. Melihat ada orang yang datang, kuda tadi merasa senang dengan anggapan akan segera ditolong. Namun orangtua itu justru kebingungan karena tidak bisa menolong sendirian.. Orangtua tadi mencari orang-orang untuk membantunya. Melihat keberadaan banyak orang kuda hitam merasa senang sekali dengan anggapan segera mandapat pertolongan.
Setelah banyak orang berkumpul ditepi jurang, dan hendak menolong kuda hitam, orangtua bertanya kepada kuda hitam, siapa tuanmu?
Kuda menjawab: tidak punya.
Orangtua tadi lalu menanyakan kepada orang-orang yang ada disekitar. “Kalau kuda hitam ini tertolong siapa yang mau menjadi majikannya”??
Tidak ada seorangpun yang mau menjawab dan mau menjadi tuan si kuda hitam.
Mereka berkomentar, “ Untuk apa menolong kuda yang sudah tua kurus dan tidak bisa dimanfaatkan apa-apa, ebih baik kita kubur hidup-hidup saja? Akhirnya Orang-orang tidak jadi menolong kuda hitam malahan sepakat untuk menimbun kuda hitam itu hidup-hidup.
Kuda hitam berfikir keras, bagaimana caranya bisa selamat dari timbunan orang-orang tadi. Timbullah ide si kuda hitam dengan menaiki setiap tanah yang ditimbunkan. Sampai akhirnya kuda hitam itu selamat.
Setelah selamat orang-orang pada bingung dan berfikir, “wahhh ternyata kuda ini meskipun kurus ternyata pinter juga”.
Akhirnya orang-orang malah berebut ingin menjadi tuannya. Tetapi si kuda hitam itu pergi begitu saja tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya yang sedang memperebutkan dirinya……

Di akhir cerita ayah bertanya, "apa pelajaran yang dapat kamu ambil dari cerita tadi anakku????
Aku menjawab, "gak tahu yaaahhhh",,
Dengan bahasa sederhana dan penuh kesabaran ayahku menjelaskan,,,
Anakku,,,cerita tadi memberikan pelajaran bagi kita,
1. Jadi manusia itu jangan melihat orang lain dari tampilan fisiknya, karena kita akan tertipu oleh penampilannya.
2. Jadi orang itu jangan mudah menyerah dengan keadaan, semangatlah! Raihlah masa depanmu!
3. Cara pandang seseorang itu berbeda-beda, terkadang NIAT YANG BAIK BELUM TENTU DITERIMA DENGAN BAIK.
Tanpa terasa airmataku menetes haru, dalam hatiku berbisik,,, Terima kasih ayah,, aku bangga memiliki ayah sepertimu,, aku berjanji akan menjadi anakmu yang baik. Doa restumu,, ku harap slalu, ,,,,,,,

Senin, 19 Desember 2011

Kisah Motivasi


 PERJALANAN SEORANG RELAWAN SEJATI,

Relawan atau sering juga disebut dengan volunteer adalah istilah yang tidak asing lagi bagi kita. Mereka memberikan sumbangan tenaga, pikiran, pengetahuan dan keahliannya, bahkan material kepada pihak lain yang membutuhkan untuk mencapai sebuah tujuan. Volunteer itu sendiri dari kata, Voluntas, yang berarti Kehendak tanpa pamrih. Yang kemudian berkembang menjadi Volunteer yang berarti Kesukarelawanan.
Maka menjadi relawan merupakan salah satu cara untuk menyalurkan kecenderungan individu kepada kebaikan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi pihak lain. Dalam lingkup organisasi berbasis masyarakat  dengan berbagai bidang perhatian atau fokus isu yang digelutinya, kerja kerelawanan tidaklah asing. Kebanyakan dari mereka bekerja karena keyakinan atau idealisme tertentu, dan bukan karena kepentingan finansial semata. Semakin disadari bahwa kerja-kerja CBO  ( Organisasi Berbasis Masyarakat ) untuk mendorong  perubahan sosial ke arah Demokratis,  Akuntabel, Transparan, dan Partisipati haruslah mampu  melibatkan banyak orang. Dan lebih besar lagi bahwa  relawan dapat menghantarkan kita terhadap capaian misi dan visi lembaga.  Keikhlasan dalam menjalankan tugas yang didasari pada sebuah keyakinan terhadap cita-cita perubahan menjadi kunci pembangkit dan penjaga semangat seorang relawan. 

Di  Desa Logandu Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, propinsi Jawa tengah, desa dengan luas wilayah 726.415 hektar, jumlah penduduk 4.631 jiwa, kategori wilayah pegunungan dan masuk kategori desa miskin. Dibuktikan desa Logandu termasuk desa IDT dan masuk desa garis merah (dibawah garis kemiskinan.
 Dimana Sosok volunteer sebut saja namanya Shidieq anak seorang petani di lahirkan. ia hanya bisa menamatkan sampai SLTP (itupun SLTP swasta), hal itu disebabkan karena kondisi ekonomi keluarga yang hanya buruh tani dan jauhnya lokasi sekolah SLTA (di Kebumen, Karanganyar, Gombong)  dengan jarak terdekat 16 km. itupun harus berjalan kaki dulu ke tempat angkutan umum (di Desa Kalireja) dengan jarak 10 km. Menyadari keterbatasan kondisi keluarga namun tidak membuat patah semangat tetap berusaha untuk belajar dan akhirnya  meneruskan pendidikan non formal tentang ilmu agama Islam di Pondok pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara.

Setelah lulus dari pondok pesantren Shidieq kembali Tahun 1994 ketika usianya 20 tahun,  Melihat kondisi desa dan masyarakat yang semacam itu terbersit dalam benak  “kalau kondisi masyarakatnya tidak dirubah, sumber daya manusianya seperti ini terus maka desa Logandu akan selamanya seperti ini, dan kalau bukan warga Logandu sendiri siapa yang akan merubahnya”.

Tahun 2000 adalah awal Shidieq mulai mengabdikan diri secara resmi bergabung artinya Shidieq mulai terjun ke masyarakat desa, dalam  program PPK (Program Pengembangan Kecamatan) dengan menjadi FD PPK (Fasilitator Desa). Melalui FD lebih sering bertemu dengan masyarakat sehingga lebih terbuka ruang untuk saling bertukar pengalaman dan menjaring beberapa keluhan dan masalah yang dialami oleh masyarakat. Bagaimana kondisi masyarakatnya? Apa yang mereka rasakan? Apa yang diharapkan? Apa kendala yang mereka hadapi? Mulai terungkap.

Akhir tahun 2004 desa Logandu menjadi desa dampingan salah satu  INGO  yang ada di Kebumen, yakni Plan Internasional Program Unit Kebumen, menjadi sebuah pengharapan dan semangat baru untuk terwujudnya kondisi masyarakat desa Logandu lebih baik. Shidieq bersyukur termasuk salah satu yang mendapat kepercayaan dari desa untuk menjadi voulenteer (sukarelawan desa).
Pada awalnya beberapa kegiatan lebih fokus pada profil lembaga Plan itu sendiri, mulai dari apa itu Plan, visi dan misi, prinsip kerja dan komitmen Plan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat yang berpusat pada anak dll.  Bergabung dengan Plan banyak hal baru didapatkan terkait dengan pemberdayaan masyarakat.  Berbagai pelatihan yang difasilitasi Plan semakin menambah pengalaman, wawasan dan memotivasi untuk meningkatkan kapasitas Shidieq sebagai modal dalam  membangun kepedulian terhadap sesama khususnya di desa Logandu dan Kabupaten Kebumen umumnya. 
Kata Shidieq : Ada satu hal yang selalu teringat sampai sekarang saat pertama mengikuti pelatihan, sebuah filosofi dan petuah dari Bp. Amrullah Staff Plan Pusat Jakarta saat itu. Beliau berkata “saudara bisa berangkat kesini berarti saudara mendapatkan kepercayaan dari tokoh masyarakat bahkan dari masyarakatnya. Untuk mendapatkan kepercayaan itu sangat sulit dan sangat mahal harganya, dan jauh lebih mahal dan sulit lagi menjaga kepercayaan itu”. Sebuah petuah yang “menantang” sekaligus memotivasi diri untuk bisa mewujudkan apa yang diamanahkan masyarakat.

Seringnya mengikuti pelatihan, diskusi dan jejaring  memotivasinya untuk belajar dan belajar  meraih ke jenjang lebih lanjut,  bahwa pendidikan itu sangat penting maka pada tahun 2006,  Shidieq  melanjutkan pendidikan non formal / kejar paket C setara dengan SMA. Seiring dengan berjalanya waktu  proses kapasitasi terus berjalan setelah selesai atau lulus mengikuti kejar paket C,  Shidieq meskipun  sudah berumur 32 tidak malu untuk  melanjutkan kuliah di STAINU Kebumen pada tahun 2008 -  sampai sekarang. Beliau sangat menyadari bahwa Plan telah banyak merubah diri Shidieq,  Pola pikir, komitmen dalam pemberdayaan masyarakat yang berpusat pada anak.

Pengabdian dan Komitmen Shidieq menjadi sosok volunteer atau relawan di desa Logandu tidak dipertanyakan lagi  di buktikan dalam kegiatan kegiatan masyarakat dan kelembagaan masyarakat,  beliau mengabdikan  tenaga, pikiran, pengetahuan dan keahliannya, bahkan material bagi  desa Logandu. Kapasitasi terus dilakukan baik secara formal maupun non formal dalam Pengembangan masyarakat sipil, menurutnya bahwa dengan memahami aturanlah masyarakat akan memahami hak haknya dan kewajibannya sebagai warga negara.

Karena itulah  beliau begitu di hormati dan disegani di dalam kehidupan masyarakat desa Logandu tidak hanya orang tua bahkan dengan anak anakpun beliau child friendly terbukti anak anak sangat akrab sampai anak anak memangil Babeh.
Banyak hal yang sudah dirintis dan diinisiasi program yang dilakukan diantaranya Yakni : 

Aktif dalam KPD Kader Pembangunan Desa Logandu adalah sekelompok relawan yang fokus menjembatani Komunikasi antara SP dengan warga dampingan dan pemerintah desa yang bekerja sama dengan Plan sebagai kewajiban dan tanggung jawab sebagai KPD. Dan beliau sebagai koordinator desa.

Memfasilitasi  pengurusan akte kelahiran secara masal bekerjasama dengan pemerintah desa dengan sosialisasi dan menjembatani kepengurusanya dengan koordinasi dengan instansi terkait Dispendukcapil, Kecamatan setempat, yakni
a.   Pemerintah desa, supaya memberikan  pelayanan yang mudah dan menggratiskan dalam pengurusan persyaratan dasar (Surat pengantar, dan rekomendasi).
b.   Melakukan advokasi ke Camat Karanggayam, supaya memberikan kemudahan dan memberikan pelayanan prima.

Merintis berdirinya KPAD Komunitas Pemerhati Anak Desa yang di dalamnya terdiri dari multi stake holder desa sekaligus sebagai media perjuangan mewujudkan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak seperti yang diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sampai sekarang masih aktif. Bahkan sudah mendapatkan SK ( Surat Keputusan Kepala Desa ) NOMOR  02 / I / KEP / 2011 dengan nama “ KPAD CHILD AL HABIB “  sebagai wujud tanggung jawab pemerintah desa untuk memberikan legalitas KPAD dalam menjalankan tugas dan kewajibanya dalam rangka upaya  pemenuhan hak hak anak di desa Logandu.

Pada tahun yang sama Shidieq melalui KPAD, mulai melakukan pembenahan di kelompok / organisasi  anak meski sudah berjalan. Dan oleh anak anak  menamakan kelompoknya “ CHILD AL HABIB “ menurut mereka artinya adalah Anak yang baik.  Sebagai tauladan dan kesungguhan  komitmen Shidieq tidak hanya tenaga dan pikiran serta pengetahuanya untuk anak anak tetapi juga mewakafkan  tanahnya  untuk membangun “ Sanggar Anak Child Al Habib “ dalam melakukan kegiatan. Dan  atas lobbinya Organisasi anak   mendapatkan SK Surat Keputusan Kepala Desa NOMOR  03 / I / KEP / 2011 dengan nama “ KA CHILD AL HABIB “     SK pada tahun 2011 tetapi secara defacto mendapatkan alokasi dana dari ADD ( Alokasi Dana Desa ) sejak tahun 2008.
Di mana dalam salah satu program kelompok anak yaitu Majalah anak “ D’Star “ Shidieq menjadi kolumnis di rubrik PEBE atau Pesan Babeh, menjadi tempat memberikan pembinaan rohani dan karakter anak sekaligus tempat curhat anak anak mencari solusi seputar permasalahan remaja baik melalui majalah maupun SMS. Maka anak anak dengan panggilan akrabnya di panggil BABEH Shidieq……

Organisasi anak di dalamnya juga membentuk PIK – KRR ( Pusat Informasi dan Komunikasi Kesehatan Reproduksi Remaja ) include dalam organisasi anak sudah mendapatkan SK Kepala Desa dan mendapatkan alokasi dan pemerintah kabupaten dari BPPKB ( Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana ). PIK – KRR Child Al Habib mendapat juara 1 (pertama) di tingkat Kabupaten Kebumen dan menjadi wakil di tingkat propinsi Jawa Tengah maju lomba PIK – KRR dan mendapatkan juara harapan 2.

Sebagai dukungan secara riil dalam upaya pemenuhan pelayanan prima Pemerintah Desa desa Logandu  menuju Tata kelola pemerintahan yang baik,  Akuntabel, Transparan , dan Partisipatif menjadi indikator pemerintahan yang demokratis, Shidieq juga memfasilitasi perangkat desa untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuanya dalam menjalankan tugas keseharianya. Dalam MUSRENBANGDES RPJMDES 2011 – 2015 melalui Buku panduan P2DP Perencanaan Pembangunan Desa Partidipatif berpihak pada Anak, Perempuan, dan warga Miskin memfasilitasi Tim POKJA dalam melakukan tahapan Musrenbangdes , Musyawarah di tiap dusun, Musyawarah kelompok anak secara sektoral sebagai langkah riil mengakomodir suara anak untuk terlibat dalam proses pembangunan desa Logandu.    Bahkan secara sukarela membantu desa yang lain ketika dibutuhkan.

Aktif di LMDH Lembaga Masyarakat dan Hutan di bawah naungan PERHUTANI dengan tujuan karena masyarakat desa Logandu di tengah hutan milik perhutani dengan harapan masyarakat dapat manfaat yang saling menguntungkan dengan pihak perhutani dan dapat menginisisasi program LMDH meanstriming child right. Komitmen dan kesungguhan beliau melalui program programnya LMDH RIMBA SEJAHTERA menjadi pilot proyek di karesidenan Kedu dan  Banyumas dan pada saat lomba ASAH TERAMPIL DAN SARESEHAN UDARA  di Purwakerta LMDH Rimba Sejahtera di tingkat Karesidenan Kedu Banyumas, Shidieq dan bersama 2 Vollunteer Plan yang lain mendapatkan Juara 1 pertama.
Shidieq bergabung dengan NGO lokal di Kebumen FORMASI ( Forum Masyarakat Sipil ) lembaga swadaya masyarakat yang sangat penting keberadaanya dalam proses perubahan di Kabupaten Kebumen bahkan sudah level nasional. Shidieq mendapatkan kepercayaan dari LSM Formasi  untuk memfasilitasi SKPD terkait, tentang  Tatakelola pemerintahan yang baik di JAILOLO,  HALMAHERA BARAT.

Sedikit kisah nyata tentang kerelawanan dari lereng Gunung Menyan, Karanggayam, Kabupaten Kebumen dari sosok manusia yang bernama Shidieq  Tidak tanpa dasar jika saya katakan para relawan adalah orang-orang hebat, dari kualitas, konsistensi, dan komitmen dalam perjalanan selanjutnya ……………..
Dan  waktu terus berjalan seiring proses perubahan yang slalu  kita lakukan. “khoirunnas anfa’uhum linnas” “sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi sesama”, itulah prinsip hidup yang tertanam pada diri pada Shidieq dan ditanamkan pada anak-anak.
 
Saya ingin katakan dengan sepenuh hati bahwa beliau  adalah orang hebat dan juga dukungan keluarga yang luarbiasa. Sungguh beruntung jika negeri ini oleh manusia-manusia seperti Shidieq, rela berkorban tanpa kenal lelah mencurahkan pikiran dan tenaga demi masyarakat sekitarnya.Mudah-mudahan negeri ini akan terlahir Shidieq-shidieq yang lain........................