Senin, 27 Oktober 2014

Makna Sumpah Pemuda di era modern


Tanggal 28 Oktober 1928 mempunyai sejarah penting yang sulit terlupakan, terutama bagi para pemuda generasi penerus bangsa. Kebulatan tekad dan jiwa patriotisme bergelora membahana ke penjuru dunia. Membangkitkan semangat perjuangan membela dan merebut kemerdekaan. Sebuah semangat yang patut dan harus diteladani oleh generasi muda diera modern sekarang, dimana tantangan dan godaan yang semakin besar.
Bagaimana dan apa yang harus dilakukan oleh generasi muda dan remaja diera modern sekarang terutama dalam mensikapi kemajuan tekhnologi dan ilmu pengetahuan yang kian berkembang dengan pesatnya???
Di zaman modern seperti sekarang ini, kehidupan remaja tentu tidak sama seperti kehidupan remaja zaman dahulu. Saat ini banyak fasilitas atau hal-hal tertentu yang membuat para remaja merasa dimudahkan, namun tidak sedikit pula yang merugikan kehidupan mereka.
Teknologi modern seperti internet, ponsel, televisi atau fasilitas game, bisa berakibat dua macam bagi kehidupan remaja, yaitu positif dan negatif. Sayangnya, dibandingkan dampak positifnya, teknologi kerap menimbulkan pengaruh negatif pada kehidupan remaja. Apalagi remaja adalah sosok yang biasanya belum mengerti benar akan perbedaan hal yang baik dan buruk. 

a. Pengaruh Positif
Banyaknya teknologi dan segala fasilitas yang ada, ternyata memiliki dampak positif tersendiri bagi kehidupan anak remaja. Berikut adalah beberapa pengaruh teknologi terhadap kehidupan remaja dalam hal yang positif.
1.   Membantu pendidikan
Untuk beberapa teknologi, misalnya internet, memiliki pengaruh yang cukup positif terhadap perkembangan pendidikan remaja. Internet bisa menyuguhkan berbagai informasi pendidikan yang dibutuhkan oleh remaja sekolah.
Contoh lainnya adalah ponsel. Sebagai alat komunikasi, ponsel tentu memiliki dampak positif terhadap pendidikan, karena bisa membuat remaja pelajar berkomunikasi lebih mudah tentang pelajaran dengan teman atau bahkan para guru.

2.   Membantu pergaulan
Dalam kehidupan remaja, pergaulan adalah hal yang cukup penting untuk membangun kepribadiannya. Dengan kemajuan teknologi saat ini, pergaulan anak remaja bisa semakin meningkat.
Sebut saja ponsel atau jejaring sosial di internet. Dengan adanya dua teknologi itu saja, sosialisasi remaja bisa meningkat dan tentunya berkembang ke arah yang lebih baik.

b. Pengaruh Negatif
Teknologi manusia memang diciptakan untuk memudahkan kehidupan, termasuk kehidupan remaja. Namun, remaja hanyalah anak muda yang kadang sulit mengontrol diri dan akhirnya terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.
Berikut adalah contohnya.
  1. Adanya teknologi hiburan seperti televisi, perlengkapan game, atau internet, bisa membuat remaja lupa waktu untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat, misalnya belajar atau beribadah.
  2. Anak remaja adalah anak yang mudah terpengaruh. Ketika dia menyerap suatu informasi, ia mungkin akan menerapkannya. Bagaimana bila informasi tersebut adalah info yang negatif?
Misalnya, banyaknya situs porno di internet, hal ini tentu saja buruk bagi para remaja. Atau acara-acara di televisi yang kadang tak layak ditonton para remaja, misalnya kekerasan, berita kriminal, acara gosip (infotainment), dll.
  1. Teknologi memang bisa memperluas sosialisasi, namun bila tidak digunakan dengan benar, akibatnya malah sebaliknya. Tidak sedikit remaja yang lebih suka mengurung diri di kamar atau menyendiri hanya untuk menikmati suatu teknologi, misalnya internet, ponsel, atau play station yang sangat digemari saat ini.

Itulah beberapa contoh dampak teknologi terhadap kehidupan remaja kita saat ini. Padahal ingat Sabda Nabi SAW, “di pundak para pemuda (remaja)lah nasib bangsa dimasa yang akan datang”. Bagaimana kondisi negara kita dimasa datang, itu bisa terlihat pada kondisi remaja dan generasi muda sekarang.
Adalah menjadi tanggungjawab bersama mengembalikan nilai-nilai patriotisme, nilai kebangsaan, dan nilai semangat perjuangan para remaja dan generasi muda sekarang.
Membekali nilai keagamaan, nilai moral dan nilai kebangsaan menjadi wajib bagi orang tua dan orang dewasa kepada remaja dalam rangka mewujudkan generasi yang berkualitas, bertanggungjawab dan memiliki integritas dalam rangka menuju “baldatun thoyibatun warobbun ghofuur”.