Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri tingkeban/keba. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri tingkeban/keba. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

Upaya Perlindungan anak dalam konteks budaya

Desa Logandu Kecamatan Karanggayam, masih kental yang namanya tradisi jawa. Tradisi atau adat budaya jawa kalau direnungkan memang penuh dengan filosofi dan "pitutur luhur" baik dalam penanaman nilai-nilai moral maupun filosofi dalam kontek perlindungan. Upaya perlindungan anak misalnya, sudah dilakukan oleh nenek moyang kita yang diwujudkan dalam adat istiadat dan dengan ritual. Salah satunya adalah KEBA atau TINGKEBAN.
Istilah “KEBA” berasal dari istilah “TINGKEBAN atau MITONI (7 BULANAN). Tingkeban merupakan acara ritual dengan cara mengadakan selamatan (kendurenan) dengan persyaratan dan perlengkapan yang telah ditentukan. Ritual
Tingkeban biasanya dilakukan oleh keluarga yang istrinya sedang mengandung (hamil) anak pertama ketika usia kandungannya mencapai 7 bulan. Makanya istilah Tingkeban juga ada yang mengatakan MITONI yang artinya 7 bulanan. Selamatan ini dilakukan sebagai ungkapan tanda terimakasih (syukur) kepada Alloh SWT karena telah diberi keturunan, dan untuk memohon kepada Tuhan yang Maha Esa, agar Ibu yang mengandung Si jabang bayi (janin) bisa selamat dan nantinya bisa jdianugrahi keturunan anak yang sholeh atau sholehah.
Asal usul dan filosofi Tingkeban
Pada zaman dulu Tingkeban / keba itu, kata mbah Kuswari selain dengan selamatan juga dengan membuat “Cengkir Ukiran”. Cengkir Ukiran itu kelapa (gading) yang masih muda bergambarkan Sumbodro dan Arjuna, yang maksudnya Sumbodro itu adalah simbol agar nantinya anak yang akan dilahirkan kalau perempuan menjadi Wanita cantik, yang berbakti kepada suami, begitupun kalau anak lahir laki-laki bisa tampan seperti simbol Arjuna. Disisi lain simbol Arjuna dan Sembodro adalah simbol kerukunan antara suami istri.
Simbol Sembodro juga filisofinya seorang wanita sholihah yang selalu taat pada suami. Harapannya kalau anaknya lahir perempuan selain cantik juga taat pada suami.
Cengkir ukiran mengandung pengertian, cengkir akronimnya (kerata basa) kencenging pikir, Kelapa gading warnanya kuning, sehingga mengandung filosofi anak yang akan terlahir bisa mempunyai prinsip/pendirian yang kuat (cengkir), berkulit kuning (gading)
Tingkeban/keba itu sendiri dilakukan untuk memohon keselamatan bayi dan ibunya serta menjadi adat yang mesti dilakukan oleh yang percaya pada kepercayaan jawa .
Ngomong-ngomong tentang ngapati, dalam ajaran Islam berdasarkan hadits Nabi yang artinya,” bahwa ketika usia kandungan seorang ibu mencapai 4 bulan datanglah malaikat jibril untuk meniupkan ruh dan menentukan 4 perkara , yaitu tentang rezki, nasib, jodoh, dan umurnya”.
Disini mengandung pengertian bahwa suami/istri sebagai calon orang tua harus sudah priyatin (riyadloh) dan selalu memohon kepada Alloh SWT, semoga bayi yang dikandung nantinya terlahir dengan selamat dan menjadi anak yang sholeh/sholihah.,, amiiinnnn...
kenduren (bancakan)

Senin, 28 April 2025

Mengenal adat istiadat dan budaya desa

Adat istiadat adalah sistem norma dan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat, yang menjadi pedoman perilaku dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup berbagai aturan, tradisi, dan nilai yang memengaruhi kehidupan sosial, budaya, dan bahkan hukum di suatu wilayah. 

Tradisi adalah Kebiasaan/segala sesuatu yang di salurkan atau di wariskan dari masa lalu ke masa kini atau sekarang atau sebuah bentuk perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama;

Adat istiadat selain berfungsi sebagai pedoman bagi individu dalam berinteraksi dengan orang lain, menyelesaikan masalah, dan menjalankan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan ritual, adat istiadat juga memiliki fungsi penting dalam menjaga keharmonisan sosial, melestarikan nilai budaya, dan mengatur kehidupan masyarakat secara umum.

Setiap wilayah memiliki adat istiadat, tradisi dan budaya yang berbeda beda. Perbedaan tersebut menunjukkan khasanah budaya yang harus terjaga kelestariannya. "Perbedaan budaya seharusnya tidak memisahkan kita satu sama lain, melainkan keragaman budaya membawa kekuatan kolektif yang dapat bermanfaat bagi seluruh umat manusia."  Kata Robert Alan (sejarawan Amerika).

Adat istiadat dan tradisi Desa Logandu.

Desa Logandu Kecamatan Karanggayam adalah sebuah desa dengan cluster pegunungan yang terletak diperbatasan Kabupaten Kebumen dan Banjarnegara dengan mayoritas penduduknya adalah petani dan peternak. Seperti halnya desa-desa dipegunungan, Desa Logandu dikenal sebagai desa abangan karena masih kental dan masih menjaga adat istiadat dan tradisi para leluhurnya.

Dibawah ini adalah beberapa adat istiadat dan tradisi yang masih terjaga kelestariannya:

1. Kenduri

Kenduri adalah acara tasyakuran yang bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) agar diberikan keselamatan dan memohon agar dikabulkan hajatnya.

Ritualnya adalah: mengundang tetangga, menyediakan uborampe/persayaratan kenduri berupa makanan yang jenisnya telah ditentukan, mengikrarkan maksud dan tujuan kenduri (kabulan) ditutup dengan doa dan diakhiri dengan membagikan makanan kepada yang hadir.

Karena kenduri adalah media permohonan, maka setiap ada hajat/keperluan diawali dengan kenduri.

Beberapa kenduri dan waktu pelaksanaannya.

a.   Wedusan: dinamakan Wedusan karena kenduri dengan menyembelih kambing dimasing-masing RT yang dilaksanakan untuk menjemput musim hujan atau akan memulai menggarap sawah untuk tanam padi. Baca: Kenduri Wedusan.   https://babehmardiadi.blogspot.com/search?q=wedusan

b.      Nututi tandur kenduri yang dilaksanakan setelah selesai menanam padi.

c.    Jabelan, kenduri yang dilaksanakan ketika padi sudah menguning dan siap untuk dipanen. (Penjelasannya pada edisi berikutnya).

d.  Lubaran, kenduri yang dilaksanakan setelah selesai panen padi yang diteruskan dengan acara/tradisi baritan, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghormatan kepada hewan ternak (sapi) yang telah membantu proses menggarap sawah. Baca: Tradisi dan budaya baritan.  https://babehmardiadi.blogspot.com/2025/04/tradisi-dan-budaya-baritan.html

e.    Kasaban, kenduri yang dilaksanakan setelah panen padi sebagai ungkapan rasa syukur atas anugrah panen padi.

f.  Wetonan adalah kenduri hari dan pasaran kelahiran seseorang (hari ulang tahun) yang dilaksanakan setahun sekali di bulan Sura (Muharram)

g.  Nylameti pekarangan, kenduri yang dilaksanakan sebagai permohonan maaf kepada bumi yang ditempati dan rasa syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan keselamatan dan menjauhkan dari segala mara bahaya (bilahi) selama setahun yang telah dilewati.

h.   Selamatan/sidhekah orang yang meninggal, yaitu selamatan yang dilaksanakan ketika ada orang yang meninggal, mulai dari nyaur tanah (sebelum prosesi pemakaman), 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, setahun (mendhak sepisan), 2 tahun (mendhak kapindho/meling), terakhir 1.000 hari. baca: Sidhekah. https://babehmardiadi.blogspot.com/search?q=selamatan+orang+meninggal+

i.     Nyameti pedhet, kenduri yang dilaksanakan oleh para peternak ketika sapinya melahirkan. (mempunyai pedhet)

j.   Ngapati, kenduri dan ritual yang dilaksanakan ketika istri/perempuan mengandung 4 bulan.

k.   Mitoni/tingkeban/keba, adalah kenduri dan ritual yang dilaksanakan ketika istri/perempuan mengandung 7 bulan. baca: Perlindungan anak dalam kontek budaya   https://babehmardiadi.blogspot.com/search?q=tingkeban%2Fkeba.

l.      Gebasan, adalah kenduri dan ritual yang dilaksanakan setiap 4 bulan sekali yang didahului dengan bersih makam. (baca: Bersih makam : Gebasan)    https://babehmardiadi.blogspot.com/search?q=gebasan+

m. Sadranan/Syabanan, adalah kenduri dan ritual yang dilaksanakan hari jumat terakhir di bulan Sya’ban (Ruwah) menjelang datangnya bulan suci Ramadlan dan didahului dengan bersih makam. (Penjelasannya pada edisi berikutnya).

n.     Kenduri awal ramadlan, kenduri yang dilaksanakan setiap awal atau memasuki bulan suci Ramadlan, selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan umur dan kesempatan untuk beribadah puasa Ramadlan dan sholat Taraweh, juga permohonan semoga diberikan kekuatan untuk beribadah selama bulan Ramadlan.

o.  Kenduri maleman atau likuran, yakni kenduri yang dilaksanakan pada malam tanggal 21 ramadlan/bulan pasa (dalam kalender aboge). Jika malam tanggal 21 ramadlan/pasa bertepatan dengan malam Senin maka diganti pada tanggal-tanggal ganjil akhir ramadlan. Kenduri dilaksanakan untuk permohonan kepada Allah SWT semoga di berikan kesempatan untuk beribadah di malam Laelatul Qodar.

p. Kenduri akhir bulan Ramadlan, kenduri yang dilaksanakan pada hari terakhir bulan Ramadlan atau malam 1 syawal. Kenduri dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, karena telah diberikan kekuatan dan keselamatan dapat menjalankan ibadah ramadlan sampai akhir (selesai).

q.   Kenduri hari raya, yakni kenduri yang dilaksanakan setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Kenduri yang dilaksanakan bersama-sama di masjid musholla pada hari raya berdasarkan kelender hijriyah dan dilaksanakan di balai desa hari raya berdasarkan kalender aboge. Dan setelah acara kenduri dilaksanakan halal bihalal.

r.  Kenduri membangun rumah, kenduri dilaksanakan dimulai dari ketika akan menggali pondasi (sebelum proses pembangunan dilaksanakan, ketika pasang rangka kayu, ketika mayu (pasang genteng dan ketika pembangunan telah selesai.

s.   Dan masih banyak lagi jenis tradisi kenduri, seperti: puputan (pemberian nama bayi), ketika punya hajat, Muludan (tanggal dan bulan kelahiran nabi berdasarkan kelender aboge) dll.

Bersambung….

Selasa, 29 Oktober 2024

 

BUDAYA SEBAGAI IDENTITAS DAN JATI DIRI BANGSA

Oleh :  Mardiadi, S.Pd.I

Pendiri Komunitas Jagongan NGUPET dan GTA

Pengantar

Penjajahan bagi generasi muda di era modern:

  1. Kaburkan (putar balikkan) sejarah;
  2. Hilangkan bukti dan peninggalan sejarah;
  3. Jauhkan dari leluhurnya. (Sebarkan issue bahwa leluhurnya primitif dan kuno).

Kata bijak tokoh dunia

Ø  "Orang yang tidak mengetahui sejarah, asal usul, dan budaya masa lalunya seperti pohon tanpa akar." - Marcus Garvey (Presiden Jamaika I, 1940)

Ø  Anda tidak perlu membakar buku untuk menghancurkan budaya. Buat saja orang berhenti membacanya." - Ray Bradbury (Sastrawan Amerika)

Ø  "Budaya suatu bangsa bersemayam di hati dan jiwa masyarakatnya." - Mahatma Gandhi (Aktivis, Politikus India)

Ø  "Perbedaan budaya seharusnya tidak memisahkan kita satu sama lain, melainkan keragaman budaya membawa kekuatan kolektif yang dapat bermanfaat bagi seluruh umat manusia." - Robert Alan (sejarawan Amerika)

Ø  Budaya adalah cerminan budi pekerti bangsa yang harus dipertahankan.

KEBUDAYAAN ?

Ø  (Sansekerta) dari kata “Buddhi” (akal dan budi), Buddhayah: hasil akal dan budi sekelompok orang.

Ø  Budaya atau kebudayaan merupakan cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh bersama serta diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya.

Ø  Kebudayaan merupakan seluruh hasil karya, rasa, serta cipta dari masyarakat. (Selo Soemardjan dan Soelaeman Somardi)

Ø  kebudayaan merupakan hal kompleks  yang mencakup beberapa hal di dalamnya seperti kepercayaan, kesenian, hukum, moral, adat istiadat serta kemampuan yang dapat diperoleh manusia sebagai bagian dari kelompok masyarakat tersebut.

                (E.B Taylor)

Macam-macam kebudayaan Indonesia dan Kebumen.

Secara garis besar dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. Tembang (Lagu daerah, Musik daerah)
  2. Tembung (Bahasa/logat/dialek)
  3. Lambang

Kebudayaan Nasional (Lambang)

  1. Rumah adat
  2. Upacara adat
  3. Tarian
  4. Pakaian
  5. Seni rupa
  6. Senjata
  7. dll

Kebudayaan di Jawa Tengah (Kebumen)

  1. Tembang : mocopat, Kidungan, Jam janeng, sholawat terbang jawa dll
  2. Tembung : logat/dialek, sanepan, sasmita.
  3. Lambang : wayang kulit, wayang golek, wayang orang (angguk), Ebeg (Jathilan), Cepetan, Menthiet, Keris, tombak, pedang, bonjor, cagar budaya.

Tradisi??

Pengertian?

Ø  Bahasa Latin: traditio, yang artinya “diteruskan” atau kebiasaan.

Ø  adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat. (KBBI)

Tradisi Kebumen (utara)

Ø  Ruwatan

Ø  Tayub / baritan

Ø  Kenduren

Ø  Sidhekah (orang meninggal)

Ø  Padusan

Ø  Brobosan

Ø  Ngapati dan Tingkeban (keba)

Ø  Sadran

Ø  Syawalan

Ø  dll

Mengapa  kita harus melestarikan kebudayaan daerah ?

  1. Budaya Nusantara merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya
  2. Budaya Nusantara sebagai identitas Bangsa Indonesia
  3. Sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap leluhur
  4. Budaya Nusantara yang unik membuat Bangsa Indonesia dikenal oleh negara-negara lain sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi
  5. Menjadi wisata budaya bagi turis mancanegara maupun domestik

Manfaat Menjaga Kelestarian Budaya Lokal

  1. Memelihara Persatuan dan Kesatuan
  2. Menambah Wawasan
  3. Menumbuhkan Rasa Nasionalisme
  4. Jadi Ciri Khas Indonesia

Bagaimana kita harus melestarikan Budaya Nusantara ?

  1. Mengenal dan mempelajari budaya lokal
  2. Memperkenalkan budaya lokal kepada orang lain
  3. Memanfaatkan media sosial sebagai media untuk promosi budaya
  4. Aktif dalam mengikuti kegiatan kebudayaan
  5. Memasarkan produk hasil kesenian sampai ke mancanegara