Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2020

HILANGNYA ADZAN JUM'AT

Sepi, sunyi .....
Bumi seakan tak berpenghuni
Semua manusia telah mati
Mati ... ditelan ketakutan yang menghantui.
Tuhan ......
Sudah sangat durhaka-kah kami ?
Yang selalu memuja apa yang ada di bumi;
Tuhan .....
Sudah sangat ingkar-kah kami ?
Yang dengan entengnya meninggalkan perintah-Mu demi keangkuhan kami;
Tuhan ...
Sudah sangat berdosa-kah kami ?
Yang setiap saat bermaksiat tiada henti.
Tuhan ...
Kami sadar, namun kami tak mau menyadari
Kami tahu, namun kami tak mau mengetahui
Kami meratap, namun kami tak tahu apa yang diratapi
Kami menangis, namun kami tak tahu apa yang kami tangisi...
Tuhan ...
Hati kami menjerit, meronta membelah angkasa..
Dimana “hayya ‘alashsholah”?
Dimana “hayya ‘alal falah”?
Dimana tongkat sang khatib yang perkasa?
Dimana seruan lantang “ayooo bertaqwa”
Tuhan ....
Sungguh kami lemah dan hina..
Sungguh kami malu dan tiada berguna..
Hanya Kau kirimkan makhluk yang bernama corona,
Kami ssemua lumpuh dan tak berdaya
Tuhan ...
Kami bersimpuh, memohon belas kasih-MU
Cukupkanlah teguran-MU
Dengan sifat rahman dan rahim-MU
#teras_istiqomah, (Jum’at Pahing, 27032020)

Jumat, 18 Oktober 2019

Haramkah, Ziarah kubur??

Dijaman milenial sekarang ini, didunia pendidikan pikiran dan pemikiran kritis sangat penting untuk dibangun dan digerakkan pada anak-anak. Sehingga pada akhirnya diharapkan akan tumbuh generasi yang kritis dalam menyikapi situasi dan kondisi.
Salahsatu contoh, dewasa ini ada sekelompok orang yang mengatakan ziarah kubur itu bidngah, bahkan sampai ada yang mengkafirkan. Nahhh mensikapi hal itu maka harus ditanamkan sikap KRITIS. Kritis dalam berfikir dengan dalil, dan kritis dalam memberikan argumentasi yang mendasar.
Dalam kalam suci Al Quran, Alloh SWT berfirman, 1."Sesungguhnya Alloh dan para malaikatnya "bersholawat" (mendoakan selamat) kepada Nabi Muhammad SAW, maka Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kepada nabi".........
2. Perintah berbakti kepada orang wajib hukumnya, bahkan wajibnya disejajarkan dengan beriman kepada Alloh SWT.
Pertanyaan sederhana... Bagaimana jika orangtua sudah meninggal? Akankah kewajiban itu gugur??
Para ulama sepakat, Ketika orangtua meninggal, wujud bakti anak adalah dengan senantiasa mendoakan kepada orangtua (ziarah kubur).
Pertanyaan berikutnya akan muncul....
Apakah doa orang yang masih hidup akan sampai pada orang yang sudah meninggal??
Kenapa tidak sampai? asal paswordnya benar ya tetep nyampai. Lagian urusan diterima atau tidak itu kan urusan Alloh, kewajiban kita adalah berbakti...
Dan masih banyak lagi penjelasan yang mendasar dan bisa menjadi pedoman.
Hanya celakanya kadang KRISIS wawasan, krisis pemahaman sehingga menghukumi sesuatu dengan logika masing-masing dan dengan nafsunya sendiri-sendiri.
Dari dasar dalil dan pemikiran diatas harapannya dapat menjadi bagian dari rujukan mengapa kita ber"ziaroh".
Untuk lebih menguatkan, dibawah ini akan saya sampaikan beberapa tujuan dari ziarah kubur.
  1. 1. Nilai IBADAH. Mengapa?? Didalam kita melakukan ziaroh mestinya dibarengi dengan membaca Al quran, Tahlil, tasbih, tahmid dan takbir yang itu semua merupakan kategori ibadah. Terlebih membiasakan membaca kalimat thoyibah adalah wujud pembiasaan kita dengan harapan diakhir hayat kita dengan mengucapkan kalimat thoyibah. Dan dalam hadits jelas disabdakan, barangsiapa yang akhir hayatnya mengucapkan kalimah thoyibah dijamin masuk sorga.
  2. 2. Wujud berbakti kita pada orangtua/leluhur kita. Ketika orangtua/leluhur kita masih hidup, bakti kita dengan patuh dengan perintahnya, memberikan kebutuhannya jika mereka sudah pikun/tidak mampu lagi. Nah jika orangtua sudah pikun saja kewajiban kita mencukupi kebutuhannya, apalagi jika orangtua kita sudah tiada, maka bakti kita dengan selalu mendoakan kebaikan. Toh mendoakan orangtua termasuk ciri anak yang sholeh.
  3. 3. Ungkapan rasa syukur. Dengan ziaroh kita jadi teringat jasa-jasa orangtua/leluhur kita. Bayangkan.... Jika tidak ada orangtua kita / para leluhur kita, mustahil kita bisa menghirup udara dan berada di dunia ini.
  4. 4. Dzikrul maut. Ziarah kubur mengingatkan kita, bahwa hidup bersifat fana, mau tidak mau pada saatnya kita akan kembali kepangkuanNYA. Sadar akan kematian dan menyadari kematian butuh bekal untuk hidup yang langgeng abadi...

    wallohu a'lam..
    Monggo dikomentari....

Kamis, 10 April 2014

Kebangkitan Pesantren modern


Sudah banyak diketahui bahwa peran pesantren secara konvensional adalah melakukan proses transfer ilmu agama Islam, mencetak kader-kader ulama’, dan mempertahankan tradisi. Dalam perkembangan modern, pesantren-pesantren menghadapi tantangan baru, di mana tidak bisa mengelak lagi dari proses modernisasi dewasa ini. Dampak dari modernisasi setidaknya mempengaruhi pesantren tersebut dari berbagai aspek. Di antaranya adalah sistem kelembagaan, orientasi hubungan kiyai-santri, kepemimpinan dan peran pesantren itu sendiri. Orientasi peran pesantren sangat dipengaruhi oleh faktor internal pesantren, terutama pandangan dunia kiyainya; dan faktor ekstrenal, yaitu perkembangan dan tuntutan zaman (sebut saja pengaruh globalisasi). Dan kedua faktor inilah yang mempengaruhi perkembangan dan orientasi pesantren tersebut. Beberapa pesantren yang awalnya hanya mengajarkan kitab-kitab kuning dan bertujuan mencetak kader ulama’, kemudian berubah dengan menawarkan sekolah formal, seperti madrasah atau sekolah; adalah bukti bahwa pesantren telah mengalami perubahan orientasi. Perubahan ini terutama sekali dipengaruhi oleh faktor kiyai, yang dalam pesantren tradisional adalah pemilik sekaligus pemimpin absolut dari pesantren tersebut. Persinggungan kiyai-kiyai tradisional dengan budaya luar, baik melalui ibadah haji maupun kegiatan lainnya, turut menyumbangkan gagasan pembaruan yang dilakukan kiyai. Para Kiyai yang sudah ”modern” itu beranggapan bahwa santri tidak cukup dibekali dengan pengetahuan agama semata, melainkan harus memiliki tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupannya ketika terjun dan kembali kemasyarakat. Beberapa pesantren yang membuka sekolah dan madrasah formal, selain karena gagasan pembaruan kiyai, juga disebabkan karena tuntutan zaman. Oleh karenanya pesantren-pesantren yang membuka sekolah dan madrasah sedikit banyak dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat tentang tenaga profesional yang memiliki akhlak mulia. Dan agar terlihat berbeda dengan pesantren tradisional, mereka meletakkan kata “modern” pada penyebutan nama pesantren tersebut.
Sesungguhnya dalam perkembangan modern seperti saat ini, tuntutan peran pesantren semakin kompleks. Problem-problem sosial ekonomi yang terjadi di masyarakat, seperti masalah disintegrasi, kemiskinan, kemunduran akhlak sudah semakin terbuka dan merajalela di masyarakat. Pesantren diharapkan tidak saja mampu menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan faham keagamaan, tetapi juga diharapkan dapat terlibat menyelesaikan masalah-masalah sosial tersebut. Dan sejauh pengamatan penulis, pesantren yang berlogokan modern ini memiliki banyak peluang dan kesempatan untuk terlibat aktif dalam menuntaskan berbagai problematika masyarakat. Apalagi pesantren modern ini memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat karena sifat egalitar dan kesahajaannya yang memungkinkannya dapat berinteraksi secara intensif dengan masyarakat.

Rabu, 02 April 2014

Keutamaan Sholat Berjama'ah


Shalat jama'ah hukumnya adalah sunnah mu'akkad, bagi setiap muslim yang sudah baligh.
Ada beberapa keutamaan shalat jama'ah, yang dapat menjadi motivasi bagi kita untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas sholat berjama’ah.

1. Pahala langkah kaki
Seseorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah SWT.
(Ibnu Majah: 277, Muslim: 1068 dan 1065).

2. Pahala menunggu waktu shalat
Banyak diantara kita yang berangkat ke masjid ketika adzan sudah berkumandang bahkan ketika iqomat baru berangkat dengan tujuan supaya bisa cepet selesai. Dan sering kali kita bosan menunggu waktu iqamah dikumandangkan, dan tidak jarang nunggu iqamat dengan  bermain HP, atau bahkan ngrumpi dengan teman yang lain.
Perlu diperhatikan bahwa kita akan mendapat pahala yang besar kalau kita menunggu waktu sholat dengan ber-iktikaf dengan memperbanyak dzikir.
Orang yang menunggu sholat di masjid diberi pahala seperti sedang sholat (Hadits Bukhari: 611)

3. Di do'akan oleh para Malaikat
Seorang yang menunggu shalat, yakni mulai dari masuk masjid sampai dengan waktu shalat, maka dia akan didoakan oleh malaikat dengan doa : "Ya Allah Ampunila dia, Ya Allah ampunilah dia", tanpa henti sampai waktu shalat.
Kita mungkin pernah minta dido’akan oleh orang yang menurut kita lebih beriman, lebih bertakwa, dan lebih tinggi derajat keimanannya dengan harapan do’anya akan diijabah oleh Alloh SWT.
Dengan menunggu sholat kita akan dido’akan oleh malaikat makhluk Allah yang dimuliakan yang tidak pernah ingkar/membangkang perintah Allah. Subhanallah!

4. Mendapat naungan dihari kiamat
Ada tujuh golongan orang yang mmendapat naungan Alloh di hari kiamat, salah satunya adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. “Seorang pemuda yang hatinya terikat dengan masjid, orang orang itulah yang akan mendapat perlindungan dari Allah saat kiamat kelak”. (Al-Bukhor: 620)

5. Doa malaikat ketika di shaf terdepan
Selain di doakan malaikat ketika menunggu waktu shalat, orang yang ada di shaf terdepan juga didoakan oleh malaikat.
“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat memberikan sholawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama.” HR. Ibnu Hibban no.2157).

6. Subuh dan 119 pahala
Seseorang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, maka orang itu akan mendapatkan pahala 119 kali dibanding shalat sendiri. (Muslim:1049).

7. Isya dan 59 pahala
Seseorang yang melaksanakan shalat isya berjamaah, maka dia bakal dapat pahala 59 kali lipat. (Muslim:1038)

8. Dzuhur, Ashar, Magrib dan 27 pahala
Kalau shalat dzuhur jamaah, ashar jamaah, dan magrib jamaah, masing masing dilipatgandakan 27 kali kalau kita laksanakan secara jama’ah. (Muslim: 1038)

9. Pahala ketika sakit
(Dengan menjaga shalat jama’ah) Ketika kita tidak bisa ke masjid dan shalat di rumah, kita akan dapat pahala yang sama seperti waktu shalat di masjid. (Abu Daud:2687)

10. Terhindar dari sifat munafiq
Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq dari pada sholat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu nilai yang terkandung di dalam kedua sholat itu, pastilah mereka mendatangi (masjid tempat) kedua sholat itu meskipun dengan merangkak. orang yang mampu melaksanakan (melanggengkan) shalat berjama’ah itu, niscaya akan terhindar dari sifat munafiq. (Al-Bukhori: 617)

* disarikan dari berbagai sumber