Tampilkan postingan dengan label santapan rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label santapan rohani. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2020

HILANGNYA ADZAN JUM'AT

Sepi, sunyi .....
Bumi seakan tak berpenghuni
Semua manusia telah mati
Mati ... ditelan ketakutan yang menghantui.
Tuhan ......
Sudah sangat durhaka-kah kami ?
Yang selalu memuja apa yang ada di bumi;
Tuhan .....
Sudah sangat ingkar-kah kami ?
Yang dengan entengnya meninggalkan perintah-Mu demi keangkuhan kami;
Tuhan ...
Sudah sangat berdosa-kah kami ?
Yang setiap saat bermaksiat tiada henti.
Tuhan ...
Kami sadar, namun kami tak mau menyadari
Kami tahu, namun kami tak mau mengetahui
Kami meratap, namun kami tak tahu apa yang diratapi
Kami menangis, namun kami tak tahu apa yang kami tangisi...
Tuhan ...
Hati kami menjerit, meronta membelah angkasa..
Dimana “hayya ‘alashsholah”?
Dimana “hayya ‘alal falah”?
Dimana tongkat sang khatib yang perkasa?
Dimana seruan lantang “ayooo bertaqwa”
Tuhan ....
Sungguh kami lemah dan hina..
Sungguh kami malu dan tiada berguna..
Hanya Kau kirimkan makhluk yang bernama corona,
Kami ssemua lumpuh dan tak berdaya
Tuhan ...
Kami bersimpuh, memohon belas kasih-MU
Cukupkanlah teguran-MU
Dengan sifat rahman dan rahim-MU
#teras_istiqomah, (Jum’at Pahing, 27032020)

Sabtu, 14 Juni 2014

Bab Puasa Ramadlan (bagian 1)


Ramadhan adalah merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah serta keutamaannya. Setiap orang Islam dan beriman akan merasa gembira saat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadlan adalah bulan yang penuh barokah, selain Alloh SWT berjanji bagi setiap muslim yang menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah Ta'ala juga telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia di alam semesta ini dan juga untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah.
Kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah di perintahkan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya :"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa."
Jadi tujuan puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya. Yaitu menjalankan apa yang diperintahNya serta menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Mari kita ulas kembali tentang pengertian puasa. Yang dimaksud dengan berpuasa menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, dan karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan.
Mengingat penting dan wajib bagi setiap muslim, maka mempelajari (mengetahui) tentang ilmu berpuasa menjadi wajib. Hal itu dimaksudkan agar dalam kita melaksanakan puasa sesuai dengan aturan syari’at Islam. Dikatakan oleh shohibuz zubad, “setiap orang yang melakukan amal (ibadah) tanpa ilmu, maka ibadahnya ditolak dan tidak diterima oleh Alloh”.
Berkaitan dengan hal tersebut mari kita kaji bersama beberapa hal yang berkaitan dengan mas’alah puasa yang kita nukil dari Kitab Safinatun Naja’ berikut ini:
1.       Syarat sahnya berpuasa
Syarat sahnya berpuasa (ramadlan) itu ada 4, yaitu:
a.      Orang Islam (muslim). Orang non muslim (kafir) tidak sah berpuasa ramadlan.
b.      Berakal, artinya orang yang terganggu pikirannya, misal orang gila, tidak sah puasanya.
c.       Suci dari haidl, nifas maupun wiladah. (bagi perempuan)
d.      Mengetahui waktu yang dapat menerima (dapat untuk) berpuasa. Beberapa waktu yang tidak dapat (haram) berpuasa adalah: dua hari raya (idul fitri dan idul adh-ha), hari tasyrik (tanggal 11, 12, 13 bulan zulhijah) dan hari “mamang/syak” yakni tanggal 30 bulan sya’ban.
Wallohu a’lam,,,,,

(bersambung)


Selasa, 06 Mei 2014

Pacaran Islami, Adakah?


Bagi remaja, bila istilah pacaran disebut-sebut bisa membuat jantung berdebar. Siapa sich yang enggak semangat bila bercerita seputar pacaran? Semua orang yang normal pasti senang dan bikin deg-degan.
Bicara soal cinta memang diakui mampu membangkitkan semangat hidup. Termasuk anak masjid (santri), yang katanya "dicurigai" tak kenal cinta. Sama saja, anak masjid (santri) juga manusia, yang memiliki rasa cinta dan kasih sayang. Pasti dong, mereka juga butuh cinta dan dicintai. Soalnya perasaan itu wajar dan alami. Malah aneh bila ada orang yang enggak kenal cinta, jangan-jangan bukan orang.
Nah, biasanya bagi remaja yang sedang kasmaran, mereka mewujudkan cinta dan kasih sayangnya dengan aktivitas pacaran. Kayak gimana sich? Deuuh, pura-pura enggak tau. Itu tuch, cowok dan cewek yang saling tertarik, lalu mengikat janji, dan akhirnya ada yang sampai hidup bersama layaknya suami istri.
Omong-omong soal pacaran, ternyata sekarang ada gossip baru tentang pacaran islami. Ini kabar benar atau cuma upaya melegalkan aktivitas baku syahwat itu? Malah disinyalir, katanya banyak pula yang melakukannya adalah anak masjid. Artinya mereka itu pengen Islam, tapi pengen pacaran juga. Ah, ada-ada saja!!!
Memang betul, kalau dikatakan bahwa ada anak masjid yang meneladani tingkah James Van Der Beek dalam serial Dawson's Creek, tapi bukan berarti kemudian dikatakan ada pacaraan Islami, itu enggak benar. Siapapun yang berbuat maksiat, tetap saja dosa. Jangan karena yang melakukan adalah anak masjid, lalu ada istilah pacaran Islami. Enggak bisa, jangan-jangan nanti kalau ada anak masjid kebetulan lagi nongkrongin judi togel, disebut judi Islam? Wah gawat bin bahaya.
Tentu lucu bin menggelikan dong bila suatu saat nanti teman-teman remaja yang berstatus anak masjid atau aktivis dakwah terkena "virus" cinta kemudian mengekspresikannya lewat pacaran. Itu enggak bisa disebut pacaran Islami karena memang enggak ada istilah itu. Jangan salah sangka, mentang-mentang pacarannya pakai jilbab, baju koko, dan berjenggot, lalu mojoknya di masjid, kita sebut aktivitas pacaran Islami. Wah salah besar itu!!!
Lalu bagaimana dengan sepak terjang teman-teman remaja yang terlanjur menganggap aktivitas baku syahwatnya sebagai pacaran Islami? Sekali lagi dosa! Iya dong. Soalnya siapa saja yang melakukan kemaksiatan jelas dosa sebagai ganjarannya. Apalagi anak masjid, malu-maluin ajach.
Coba simak QS. An-Nuur : 30, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan menjaga kehormatannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." Kemudian QS. An-Nuur : 31, "Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kehormatannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya..."

               Jadi gimana dong? Dalam Islam tetep tak ada yang namanya pacaran Islami. Lalu kenapa istilah itu bisa muncul? Boleh jadi karena teman-teman remaja hanya punya semangat keislaman saja tapi minus tsaqafah 'pengetahuan' Islamnya. 
So? Ngaji lagi yuk!!! 

sumber :link dari remajaislamcerdas.blogspot.com

Rabu, 02 April 2014

Keutamaan Sholat Berjama'ah


Shalat jama'ah hukumnya adalah sunnah mu'akkad, bagi setiap muslim yang sudah baligh.
Ada beberapa keutamaan shalat jama'ah, yang dapat menjadi motivasi bagi kita untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas sholat berjama’ah.

1. Pahala langkah kaki
Seseorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah SWT.
(Ibnu Majah: 277, Muslim: 1068 dan 1065).

2. Pahala menunggu waktu shalat
Banyak diantara kita yang berangkat ke masjid ketika adzan sudah berkumandang bahkan ketika iqomat baru berangkat dengan tujuan supaya bisa cepet selesai. Dan sering kali kita bosan menunggu waktu iqamah dikumandangkan, dan tidak jarang nunggu iqamat dengan  bermain HP, atau bahkan ngrumpi dengan teman yang lain.
Perlu diperhatikan bahwa kita akan mendapat pahala yang besar kalau kita menunggu waktu sholat dengan ber-iktikaf dengan memperbanyak dzikir.
Orang yang menunggu sholat di masjid diberi pahala seperti sedang sholat (Hadits Bukhari: 611)

3. Di do'akan oleh para Malaikat
Seorang yang menunggu shalat, yakni mulai dari masuk masjid sampai dengan waktu shalat, maka dia akan didoakan oleh malaikat dengan doa : "Ya Allah Ampunila dia, Ya Allah ampunilah dia", tanpa henti sampai waktu shalat.
Kita mungkin pernah minta didoakan oleh orang yang menurut kita lebih beriman, lebih bertakwa, dan lebih tinggi derajat keimanannya dengan harapan do’anya akan diijabah oleh Alloh SWT.
Dengan menunggu sholat kita akan dido’akan oleh malaikat makhluk Allah yang dimuliakan yang tidak pernah ingkar/membangkang perintah Allah. Subhanallah!

4. Mendapat naungan dihari kiamat
Ada tujuh golongan orang yang mmendapat naungan Alloh di hari kiamat, salah satunya adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Seorang pemuda yang hatinya terikat dengan masjid, orang orang itulah yang akan mendapat perlindungan dari Allah saat kiamat kelak. (Al-Bukhor: 620)

5. Doa malaikat ketika di shaf terdepan
Selain di doakan malaikat ketika menunggu waktu shalat, orang yang ada di shaf terdepan juga didoakan oleh malaikat.
“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat memberikan sholawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama.” HR. Ibnu Hibban no.2157).

6. Subuh dan 119 pahala
Seseorang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah, maka orang itu akan mendapatkan pahala 119 kali dibanding shalat sendiri. (Muslim:1049).

7. Isya dan 59 pahala
Seseorang yang melaksanakan shalat isya berjamaah, maka dia bakal dapat pahala 59 kali lipat. (Muslim:1038)

8. Dzuhur, Ashar, Magrib dan 27 pahala
Kalau shalat dzuhur jamaah, ashar jamaah, dan magrib jamaah, masing masing dilipatgandakan 27 kali kalau kita laksanakan secara jamaah. (Muslim: 1038)

9. Pahala ketika sakit
(Dengan menjaga shalat jama’ah) Ketika kita tidak bisa ke masjid dan shalat di rumah, kita akan dapat pahala yang sama seperti waktu shalat di masjid. (Abu Daud:2687)

10. Terhindar dari sifat munafiq
Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang-orang munafiq dari pada sholat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu nilai yang terkandung di dalam kedua sholat itu, pastilah mereka mendatangi (masjid tempat) kedua sholat itu meskipun dengan merangkak. orang yang mampu melaksanakan (melanggengkan) shalat berjama’ah itu, niscaya akan terhindar dari sifat munafiq. (Al-Bukhori: 617)

* disarikan dari berbagai sumber