Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Mei 2014

Bagaimana Pacaran, menurut Islam??

Pandangan Ibnu Qoyyim tentang pacaran. Kata Ibnu Qoyyim, "Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. "Pacaran itu jalan untuk saling mengenal satu sama lainnya. "Bohong!" Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. 

Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini. Rasulullah bersabda, " Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan.
Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya."
Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini. Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. 

Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.
1.        Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis, pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, "Akankah ia mencintaiku." Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.
2.             Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, "Aku mencintaimu". Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, "I Love You". Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan pun dibuat, ada ijin sang Romeo untuk datang kerumah, "Apel Mingguan atau Wakuncar ". Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.
3.             Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. " buktikan cintamu sayangku". Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na'udzubillah  

Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan, dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan. Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.

Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang suci, bukanlah dengan pacaran, cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar.

Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan!

Kami tanya :
1.             Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?
2.             Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan? "Aku ingin calon pendamping yang baik-baik" Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi "Aku bukan calon pendamping yang baik" , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu?
3.             Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari'at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?
4.             Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain?
5.             Kalaupun istrisuami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap?
6.              Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah. Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.

Inti dari pembahasan ini adalah "PACARAN ITU HARAM"
sumber : Ngaji Salaf, anakislamcerdas@gmail.com

Sabtu, 29 Maret 2014

Kultum: Hijab (penutup) hati


Sahabatku, mari kita kenali 7 (tujuh) hijab/penutup hati agar kita dapat menjauhinya:
  1. "Azzunub", tumpukan dosa tanpa diiringi dengan kesungguhan bertaubat
  2. "Alwasikh" banyak makan dan minum haram
  3. "Aljahlu" sangat pintar ilmu dunia tetapi bodoh dan malas belajar Islam
  4. "Alhawa tutbau" Nafsu yang diperturutkan terus menerus, seperti minum air laut yang kesannya menghilangkan dahaga
  5. "Hubbuddunya", terlalu cinta dunia sehingga tidak peduli lagi halal dan haram
  6. "Alzhulmu" banyak orang yang telah disakiti
  7. "Asysyaithoonu rookibuhu" karena semua hal-hal tersebut diatas (1 s/d 6), maka dengan mudah syetan menundukkannya sampai tidak sadar manusia itu dalam kesesatan (QS 7:175).   (Islam itu Indah)

Kamis, 04 Oktober 2012

Etos Kerja


Anda pernah mendengar orang ngedumel seperti ini … ??
 Uuh ... BeTe banget nih!
Masih pagi, kerjaan udah numpuk begini... 
Mana belum sarapan, tadi macet di jalan...
eehhh,  ini si Bos masih juga ngga punya perasaan...,
ngasih kerjaan nggak pake takaran...
Capeeeii deee .. 
Atau
Gimana sih si Budi ...
Udah tahu deadline hari ini, kerjaan masih belum kelar...,
Pake acara nggak masuk lagi...
Dasar nggak bertanggungjawab!!!
Atau
 Loh, bukannya harga 1 rim kertas Rp 25 ribu? Kok di kwitansinya Rp 50 ribu?
Pppssssstttt …  udah tenang aja, pimpinan nggak tahu ini……
Atau
Lo ngapain capek-capek kerja keras?
Pergi Pagi Pulang Petang Pantat Panas Penghasilan Pas Pasan Pula (P10)

Mendingan santai kayak gue … gajinya sama aja kok, ngga naik-naik,,,,,,,,,,
Atau
 Ehh, coba lihat deh... pimpinan baru dari Badan/Dinas/PT  X.  Keren banget!
Muda, pintar, kreatif, cakep lagi, nggak kayak pimpinan kita....
 Udah tua, bego, tidak kreatif, jelek… Mulut kita sampe berbusa juga, nggak bakalan dia mau dengar…
Ngomongnya itu-itu melulu, kerjanya begitu-begitu aja ...
Kita aja bosen dengerinnya, apalagi orang luar…
Atau
 Laporan Pak, ”Sampai bulan ini  program kerja kita yang sudah dapat dilaksanakan  baru  35%.
Bidang-bidang agak terlambat membuat rencana kerja, dan anggaran sulit dicairkan kalau tidak pakai salam amplop
Atau
Gimana nih Pak Adi, banyak orang yang complain,
Katanya pelayanan kita kurang cepat, informasi sering telat, mana karyawan judes-judes lagi ...
Wah, bisa-bisa pelanggan lari semua…

Nah ... itulah fakta yang terjadi di lapangan yang jika disimpulkan:
  1. Adanya budaya suka mengeluh, banyak menuntut, egoisme tinggi;
  2. Terbiasa kerja seenaknya, suka main terabas, gemar kambing hitam, senang manipulasi;
  3. Kebiasaan kerja serba tanggung, suka menunda-nunda, disiplin kerja rendah;
  4. Malas, kurang inisiatif, daya juang rendah;
  5. Tidak focus, sinis dan apatis, minim gairah kerja;
  6. Terjebak rutinitas, alergi terhadap pembaharuan, miskin kreatifitas;
  7. Standar mutu rendah, suka menggampangkan, minim ketekunan;
  8. Berkurangnya semangat melayani, merasa diri dibutuhkan, bersikap arogan.

Menuju Ethos Kerja Profesional;
  1. Mendalami makna luhur pekerjaan; tidak sekadar mencari nafkah saja.
  2. Membangun motivasi kerja yang lebih mulia; tidak sekadar demi uang dan jabatan saja;
  3. Meningkatkan kecintaan pada profesi; tidak sekadar menjadi batu loncatan saja;
  4. Memperkuat the culture of excellence dalam berkarya; tidak sekadar meraih target saja;
  5. Membentuk budaya kerja unggul; tidak sekadar demi produktivitas saja.

Apakah Etos Kerja Profesional itu?

8 Paradigma Kerja Profesional :
Etos 1: Kerja adalah Rahmat; Aku Bekerja Tulus Penuh Rasa Syukur
Etos 2: Kerja adalah Amanah; Aku Bekerja Benar Penuh Tanggungjawab
Etos 3: Kerja adalah Panggilan; Aku Tuntas Penuh Integritas
Etos 4: Kerja adalah Aktualisasi; Aku Keras Penuh Semangat
Etos 5: Kerja adalah Ibadah; Aku Bekerja Serius Penuh Kecintaan
Etos 6: Kerja adalah Seni; Aku Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas
Etos 7: Kerja adalah Kehormatan; Aku Bekerja Tekun Penuh Keunggulan
Etos 8: Kerja adalah Pelayanan; Aku Bekerja Paripurna Penuh Kerendahanhati

Senin, 02 Januari 2012

Sholat Dluha Jamah Hati


“Hendaklah tiap-tiap orang,setiap pagi hari bersedekah untuk persediaan tubuhnya”
(HR. Ahmad, Muslim,dan Abu dawud)

Kenapa harus sholat dhuha?
Judul  tadi adalah sebuah pertanyaan ,Nah,kalau ada sebuah pertanyaan pastilah butuh jawaban, kalau begitu apa jawabannya  donk?........
Kita harus berlatih melaksanakan Sholat dhuha karena di dalamnya terkandung  berbagai makna, nilai-nilai filosofis, tata aturan,dan daya gugah. Itu makna yang terkandung dari kata ”dhuha“ sendiri. Setelah tahu kandungan tersebut,tentunya kamu ngga bakal ogah-ogahan ngelaksanain sholat dhuha. Akan tetapi sebelum mengerjakannya alangkah baiknya kamu tahu dulu arti sholat dhuha.
Lantas apa sih arti dhuha itu? kira-kira arti dhuha itu adalah salah satu waktu ketika matahari sedang terbit alias pagi hari atau di saat matahari sedang naik. Nah sholat dhuha adalah sholat sunat yang di lakukan pada waktu ketika matahari sedang terbit sampai menjelang masuk waktu dhuhur. Sholat ini lebih bagus jika di lakukan ketika matahari sedang berada di posisi yang indah kira-kira dimulai jam tujuhan  lah. Mungkin agar kondisi hatimu secerah sinar mentari pagi. Pastinya kamu udah tahu donk selain sholat dhuha ada juga yang dinamakan sholat idul adha  waktu pelaksanaannya juga sama lo…,dengan sholat dhuha. yups, betul banget!! keduannya di lakukan pada pagi hari, yaitu saat matahari mulai menampakan dirinya.
Namun tetap ada bedanya , sholat idul adha di laksanakan setahun sekali. Sementara ,sholat dhuha kamu laksanakan setiap hari. Terus ,sholat idul adha juga di laksanakan secara berjama’ah, sedangkan sholat dhuha di laksanakan sendiri. Jadi,kamu ngga perlu pusing nyari temen untuk di ajak sholat jama’ah. Kapanpun, dimana pun, asalkan di tempat yang suci dan bersih, kamu bisa melaksanakannya . So.every day is dhuha,ok!!!
Kenapa kita di anjurkan  untuk  sholat dhuha? sebenarnya,manusia itu makhluk yang terbaik di antara makhluk lainnya. Manusia itu berbeda dengan makhluk lainnya oleh karena itu, tentu saja kebutuhannya pun berbeda walaupun ada juga yang sama. Seperti makan, minum dll. Dalam diri manusia ada kebutuhan yang sifatnya  lebih dalam, salah satunya adalah kebutuhan batin. Ketika kebutuhan batinmu udah terpenuhi, tentu saja akan menguatkan benteng pertahanan dalam diri. Kalau ada masalah yang harus di selesaikan  ngga bakal deh,,,batinmu di penuhi prasangka negatif. Coz aspek rasa kamu udah kuat untuk  melakukan pertahanan diri.
Nah, sholat dhuha adalah semacam menu makanan bagi perasaan dan batin kamu. Kalau udah biasa melakukannya , aspek rasa kamu nggak bakalan, deh kelaparan. Jadi mulai saat ini jamahlah hatimu dengan kebesaran nama Alloh ,kekonsistenan menjalankan ibadah, dan merefleksikan hidupmu  dengan kebeningan hati. Kalau kamu udah bisa dan biasa mengisi hidupmu dengan hal itu, emosi dan spiritualmu bakal meningkat, sehingga hari-harimu bisa secerah waktu ”dhuha”.                              

*) disarikan dari berbagai sumber